hamparan tanah yang lapang
semakin membuatku hanyut dalam angan
kunikmati daun-daun yang mulai berguguran
seuntai nada indahpun terlantun
dari dawai yang kau petik
kita membangun mimpi bersama
hanya ada kau dan aku
di surga yang telah Tuhan hadiahkan
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Monday, April 23, 2012
Wednesday, December 28, 2011
Dawaimu
Melodi pengiring kesunyian
Dari dawai-dawai yang kau petik
Semilir angin menyampaikan asamu
Kemudian diam-diam membelai lembut hatiku
Nada yang menyiratkan kesedihanmu
Aku ingin tahu mengapa kau memainkannya?
Nada yang menyiratkan perasaanmu
Aku ingin tahu untuk siapa kau memainkannya?
Nada yang menyiratkan kebahagiaanmu
Aku harap kau bisa tahu bahwa aku merasakan kebahagiaan yang sama
Tidakkah kau sadari?
Dari semua dawai yang kau petik
Menjelma menjadi melodi yang membuat seorang "aku"
Diam-diam mengagumimu
28 desember 2011
"Ingatanku kembali padamu,aku suka menjadi pengagummu"
Friday, December 23, 2011
Di ketinggian
aku suka berada di tempat yang tinggi
karena semua terlihat kecil seakan-akan bisa kurangkul
aku suka berada di tempat yang tinggi
karena pagi ini aku bisa merasa lebih dekat dengan matahari
dan menikmati sinar hangatnya
aku suka berada di tempat yang tinggi
karena penat diam-diam terbawa semilir angin yang lembut
aku suka berada di tempat yang tinggi
karena aku tak perlu merasa malu untuk menangis
aku suka berada di tempat yang tinggi
karena aku bisa berlama-lama menikmati semilir angin yang menghantarkan isi hati
aku suka berada di tempat yang tinggi
karena ada lukisan Tuhan yang bisa kukagumi
24 Desember 2011
"hari ini aku kembali menikmati hangatnya matahari dari ketinggian"
Sunday, December 18, 2011
Pemakaman
Sorot mata putus asa
Menatap lama bangunan bercat putih megah
Riuhnya suara para penantang dan penentang
simbol ketidakpuasan
Kau tak bergeming
Esoknya kau berbalut perban
Simbol kekecewaan atau keputus asaan?
aku tak pernah mengerti
Tangispun pecah ketika tubuhmu tebujur kaku
Kini kau pergi berteman kafan dan tanah pemakaman
Mereka bilang pemakamanmu adalah simbol kekecewaan dan perjuangan
Aku bilang pemakamanmu adalah simbol keputusasaan
Seandainya kau bisa bertahan lebih lama
kau bisa melihat
ada aku dan kawanmu yang lain berjuang dengan cara mereka masing-masing
Tujuan kita sama
untuk MEMERDEKAKAN KEMBALI BANGSA INI
18 Desember 2011
SUARA PEMUDA BANGSA, JANGAN PUTUS ASA
Menatap lama bangunan bercat putih megah
Riuhnya suara para penantang dan penentang
simbol ketidakpuasan
Kau tak bergeming
Esoknya kau berbalut perban
Simbol kekecewaan atau keputus asaan?
aku tak pernah mengerti
Tangispun pecah ketika tubuhmu tebujur kaku
Kini kau pergi berteman kafan dan tanah pemakaman
Mereka bilang pemakamanmu adalah simbol kekecewaan dan perjuangan
Aku bilang pemakamanmu adalah simbol keputusasaan
Seandainya kau bisa bertahan lebih lama
kau bisa melihat
ada aku dan kawanmu yang lain berjuang dengan cara mereka masing-masing
Tujuan kita sama
untuk MEMERDEKAKAN KEMBALI BANGSA INI
18 Desember 2011
SUARA PEMUDA BANGSA, JANGAN PUTUS ASA
Thursday, December 15, 2011
Perjalanan Menembus Waktu
Matahari yang cukup hangat
Daun-daun yang mulai berguguran
Kunikmati setiap hempasan angin yang menerpa tubuhku
Kunikmati setiap detik udara yang kuhirup
Kunikmati saat-saat menunggumu seperti ini
Di tempat duduk yang sama
Sampai akhirnya aku terbangun
Dan kutersadar bahwa akan ada perjalanan waktu
Dimana aku tak harus lagi menunggumu
Karena kau dan aku akan berada di tempat duduk yang sama
Menikmati segelas moccacino hangat
Mengukir masa depan bersama
16 Desember 2011
"aku yang masih saja menikmati perjalanan waktu ini tanpa seorang kamu"
Tuesday, December 13, 2011
Kamu di Ruang Pikiranku
Ruang yang membisu
Kini dipenuhi gurat senyumu
Kini dipenuhi bayang suaramu
Yang meleburkan perasaanku
Hingga seperti candu di pikiranku
Kau ini orang yang seperti apa?
Hingga membuat ruang di pikiranku kini ramai dengan bayangmu
Dan mungkin bayangmu akan hadir sampai ke mimpiku
Aku tak sedang jatuh cinta
Mungkin baru sampai tahap mengagumimu
Kini dipenuhi gurat senyumu
Kini dipenuhi bayang suaramu
Yang meleburkan perasaanku
Hingga seperti candu di pikiranku
Kau ini orang yang seperti apa?
Hingga membuat ruang di pikiranku kini ramai dengan bayangmu
Dan mungkin bayangmu akan hadir sampai ke mimpiku
Aku tak sedang jatuh cinta
Mungkin baru sampai tahap mengagumimu
Tuesday, October 11, 2011
Hujan
Kurasakan harum tanah kering yang terbasahiKurasakan anugrah dari setiap tetesannya
Kurasakan keheningan
Kunikmati hebusan angin yang mengiringinya
Bukan lagi tangis yang menyertainya
Melainkan senyum penuh kehangatan yg membalutnya
Hujan....
Sore ini aku tersenyum padamu
Thursday, September 29, 2011
Pelangi hati
Gemericik hujan sore
Aroma tanah yg terbasahi
Dan kamu
Seperti ramuan warna yang muncul dan menjadi pelangi
Yang kemudian mewarnai hati
Membayang di pikiranku
Meledakan perasaanku
Aku akan terus menunggu
Untuk kaugapai
Untuk saling mewarnai hati
Ruang kosong ini masih ada
Untukmu
Sang Pelangi Hati
Aroma tanah yg terbasahi
Dan kamu
Seperti ramuan warna yang muncul dan menjadi pelangi
Yang kemudian mewarnai hati
Membayang di pikiranku
Meledakan perasaanku
Aku akan terus menunggu
Untuk kaugapai
Untuk saling mewarnai hati
Ruang kosong ini masih ada
Untukmu
Sang Pelangi Hati
Merdeka atau Mati?
makian yang menggoyahkan pilar-pilar bumi pertiwi
semua dihembuskan entah oleh siapa
sepertinya sedang ada yang tersenyum senang
menyaksikan drama penghancuran
semua seakan sibuk dengan menuding
menyalahkan
memaki
mencuri
tak ada lagi slogan "Merdeka atau Mati"
mereka kini tengah sibuk
mereka sedang berpura-pura
tuli
lupa ingatan
buta
bahwa bumi yang dipijaknya kini sedang tak dalam keadaan merdeka
Doa
Nafasnya berhembus doa
untuk jiwa -jiwa mungilnya
nafasnya kini masih berhembus doa
untuk jiwa-jiwa yang beranjak dewasa
di setiap sujudnya
di setiap malamnya selalu ada nafas doa
entah berapa banyak permohonan kau kirimkan kepada Tuhan
aku tahu kau tak akan pernah berhenti memohon
dan berhenti mengembuskan nafas doa
untukku,untuk kedua jagoannya, untuk kekasih seumur hidupnya
Ibu………
Subscribe to:
Posts (Atom)







